| |
Bismillahirahmanirahiim
Kisah Tumbuhan Bunga Mencari jati diri
Waktu dalam hitungan detik yang berlalu begitu cepatnya. Tanpa disadari
sebuah tumbuhan bunga mulai mekar bersemi. Kecenderungan tumbuhan bunga
menjatuhkan pilihan warna kelopaknya dari awal hingga akhir sungguh adalah
sebuah ujian dalam menyempurnakan keutuhan dirinya. Menjaga manisnya madu
sari hati tetap pada kesuciannya. Menjaga asa agar senantiasa Mekar di
setiap pergantian musimnya. Menyelaraskan keimanan dan keistiqomahan agar
senantiasa tumbuh sesuai fitrah Illahi. Menjaga tegak tumbuh tangkainya
kokoh menghadapi angin dan kumbang penggoda. Menjaga putik dan benang sari
agar senantiasa satu dalam ikatan kelopak-NYA. Perjuangan yang sungguh
tidaklah mudah tapi harus dilalui dengan keikhlasan dan kesabaran yang tiada
berbatas. Hari berganti hari, bulan berlari menuju bulan berikutnya bergulir
dalam hitungan tahun. kini bunga semakin tegas warna kelopaknya menandakan
kematangannya. Dan bunga paham bahwa sesungguhnya kehadirannya di bumi
adalah untuk mengingatkan penghuni bumi akan kebesaran Sang Pencipta.
Mengajak seluruh semesta untuk tunduk dan taat hanya kepada Allah Sang
Pencipta Tunggal. Wahai sahabat simaklah kisah tumbuhan bunga dalam
menemukan jati dirinya sebagai ciptaan Allah yang diciptakan dengan sebuah
tujuan mulia, bukti kesempuranaan Cinta dari Sang Pencipta.
Tumbuhan bunga pada awalnya tidak percaya bahwa dirinya adalah sebuah
tumbuhan yang mempunyai bunga indah sampai suatu hari di ujung tangkainya
muncul benda aneh tertutup kelopak daun. Hey kamu daun bagian dariku kan?
Lalu mengapa tumbuhmu tidak seperti biasanya?
"Hei apa yang kalian lindungi itu, jangan sembunyikan padaku, aku ingin
melihatnya."
Salah satu daun penjaga yang tak lain adalah bakal kelopak mayang menjawab,
"Wahai tumbuhan bunga tidakkah engkau tahu bahwa ini adalah mahkotamu yang
harus engkau lindungi dari serangan kumbang yang tidak berhak.
Tumbuhan bunga bertanya, "Ah aku tak pantas mempunyai mahkota, bukankah aku
bukan tumbuhan bunga? Aku adalah tumbuhan jantan yang berteman
kumbang-kumbang. Aku tidak perlu khawatir kumbang melukaiku kan?
Kumbang-kumbang itu tak mungkin mengkhianatiku, mereka semua adalah sahabat
kehidupanku"
Lalu kelopak mayang menjawab, "Wahai tumbuhan bunga sesungguhnya dirimu
bukan tidak berbunga tapi belum tiba saatmu menghadirkan keindahan bungamu.
Bersabarlah waktu itu akan tiba seiring mekarnya bakal bunga yang kami
lindungi ini. Dan ingat kau sudah harus bisa membatasi diri dari
sahabat-sahabat kumbangmu. Yakinlah bahwa pada fitrahnya kumbang itu akan
tertarik pada tumbuhan bunga sepertimu, karena itu berhati-hatilah dan jaga
baik-baik dirimu. Dan jika tiba waktunya bunga itu mekar, tegaslah pada
setiap kumbang yang datang tanpa kesungguhan. Sebab kumbang yang dikirimkan
Sang Pencipta untukmu kelak akan kau lihat padanya tanda-tanda dari
kesungguhan kesucian niatnya."
Tumbuhan bunga akhirnya sadar bahwa ia tercipta bukan dengan sia-sia.
Kesadaran diri bahwa sesungguhnya hidup ini adalah sebuah amanah dari Sang
Pencipta. Bahwa sesungguhnya apa yang dijalani dalam kehidupannya kelak akan
dimintai pertanggungjawaban di hadapan Sang Pencipta.
Waktu beranjak dari kesadarannya kini. Perubahan yang jelas pun terlihat
dalam setiap pemikiran dan tindakannya. Tumbuhan bunga berusaha untuk selalu
memberi arti dalam setiap nafas kehidupannya. Kesenangan persahabatan dengan
kumbang-kumbang pun tak lagi dirasakan sebuah kebahagiaan. Sebab ada
kenikmatan baru dari Sang Pencipta, sebab ada kebahagiaan yang bersemi
selalu ketika ia berjalan pada koridor Nya.
Mekarnya tumbuhan bunga yang disertai keharumannya tidak lantas membuat
tumbuhan bunga bangga dengan apa yang dimilikinya. bukankah banyak tumbuhan
juga berbunga sama seperti dirinya, bahkan teramat banyak yang melebihi
keelokan dan keharuman bunganya? Bahkan tumbuhan bunga tidak merasa
mempunyai kelebihan dari mereka selain keyakinannya pada Cinta Sang Pencipta
pada dirinya. Maka segala kelebihan yang ada pada dirinya tidak serta merta
membuat dirinya lupa pada dirinya yang dulu sebelum menjadi tumbuhan bunga.
Tidak melupakan asal dan proses penciptaannya, tidak dan sekali-kali tidak.
Ia sadar benar bahwa apa yang telah Sang Pencipta karuniakan kepada dirinya
adalah sebuah amanah yang harus senantiasa di jaga dengan keimanan dan
keistiqomahan pada Cinta Nya, Cinta Sang Pencipta.
Note :
Setiap diri adalah unik, Allah tidak menciptakan seorangpun hambanya yang
sama persis dengan hamba lainnya. Baik dalam hal fisik maupun sifat dan
karakternya. Setiap pribadi mempunyai kekurangan dan kelebihan
masing-masing. tidak ada manusia yang hanya mempunyai sisi kekurangan saja
tanpa di sertai kelebihan. Begitu juga setiap manusia semua mempunyai
kekurangan di balik segala kelebihannya. Namun dihadapan Sang pencipta
segala kelebihan dan kekurangan itu menjadi tiada berguna. Manakala tidak
ada keimanan pada NYA. Dan semua manusia yang beriman kepada NYA adalah sama
di hadapan Sang Pencipta, tidak ada yang berbeda. Kecuali satu yang
membedakannya yaitu ketaqwaannya pada Sang Pencipta. Derajat ketaqwaan tidak
serta merta diperoleh tanpa ujian dari NYA. Semuanya melewati cobaan dan
ujian panjang dan berat dari Nya. Hingga akan terlihat mana yang benar-benar
emas dan mana yang benar-benar intan permata.
Jakarta, 26 Mei 2009 By. Aisyah
Dedicated to all my sister at ROHIS SMAN 77 and STMIK Jayakarta, luv U all coz Allah
| |
|